Karhutla di Landak Capai Sekitar 50 Hektare, Pemadaman Darat Dinilai Berisiko

0
WhatsApp Image 2026-09-03 at 01.00.49
Bagikan berita ini:

SOROT KALBAR | LANDAK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di kawasan perkebunan sawit dan lahan terlantar di Kabupaten Landak. Luasan area terdampak disebut mencapai sekitar 50 hektare, dengan kondisi api yang mulai mengarah ke area permukiman warga.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun media sosial dr_k​arolin, yang menyebut adanya peninjauan langsung ke lokasi karhutla. Dalam unggahan itu, kondisi di lapangan disebut cukup mengkhawatirkan karena titik api terus meluas dan pemadaman secara langsung dinilai semakin berisiko.

Pemadaman Darat Dialihkan ke Pembuatan Sekat Bakar

Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, tim di lapangan mengubah strategi penanganan dengan memprioritaskan pembuatan sekat bakar untuk menghambat pergerakan api.

Selain itu, permohonan dukungan pemadaman melalui udara (water bombing) juga disebut telah diajukan karena kondisi kebakaran dinilai tidak memungkinkan untuk ditangani hanya melalui pemadaman darat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengendalikan api sekaligus mencegah perluasan kebakaran menuju kawasan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Status Lahan Masih Dalam Penelusuran

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah status lahan yang terbakar. Berdasarkan pengecekan koordinat sebagaimana disampaikan dalam unggahan tersebut, lokasi disebut merupakan areal HGU terlantar milik PT IGP yang telah berstatus pailit.

Namun, keterangan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Pihak yang melakukan peninjauan menyatakan sedang menelusuri apakah titik awal kebakaran benar-benar berada di dalam areal HGU perusahaan tersebut.

Dengan demikian, belum dapat disimpulkan mengenai penyebab kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan oleh instansi berwenang.

Warga, TNI dan Polri Ikut Terlibat

Dalam keterangannya, peninjau juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat setempat yang disebut telah membantu melakukan pemadaman bersama unsur TNI dan Polri sejak malam sebelumnya.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Penanganan karhutla di Landak selanjutnya masih bergantung pada kondisi cuaca, perkembangan titik api, serta langkah terpadu dari pemerintah daerah, aparat, masyarakat dan instansi terkait.

Catatan Redaksi: Sorot Kalbar menempatkan informasi mengenai luas lahan terbakar, status HGU dan proses penelusuran sebagai keterangan berdasarkan unggahan sumber. Penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab masih memerlukan pembuktian serta keterangan resmi dari instansi berwenang. Redaksi juga menyarankan verifikasi lebih lanjut terkait penyebutan jabatan dan lokasi dalam unggahan sumber agar tidak terjadi kekeliruan atribusi.

red/sorotkalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *