PANGDAM XII/TPR: PENANGANAN KARHUTLA KALBAR TERUS MEMBAIK, TITIK API TURUN
PONTIANAK — sorotkalbar. Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan positif. Tren titik panas (hotspot) dilaporkan mulai menurun, meski kondisi di lapangan masih menghadapi tantangan serius.
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., mengatakan TNI terus mendukung Satgas Tanggap Darurat Karhutla yang dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Barat.

Hingga saat ini, sekitar 6.000 personel telah dikerahkan, terdiri dari personel organik maupun BKO dari luar Kodam XII/Tpr. Mereka disebar ke sejumlah kabupaten untuk memperkuat operasi pemadaman di darat.
Menurut Pangdam, kondisi tanah gambut yang luas, suhu panas, serta angin kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Penanganan dilakukan melalui operasi darat yang diperkuat dengan water bombing menggunakan helikopter.
Selain pemadaman, personel TNI juga melakukan edukasi kepada masyarakat dan pihak korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu bersama Polri, Lanud melalui Satgas Udara, Kodaeral XII, BPBD, BMKG, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Sementara itu, dukungan dari negara sahabat juga turut diberikan. Kapal Japan Self-Defense Forces (JSDF) jenis Landing Ship Tank (LST) saat ini bersandar di Pelabuhan Kijing. Kapal tersebut membawa helikopter yang dipersiapkan untuk mendukung operasi penanganan Karhutla.
Kodaeral XII disebut memfasilitasi akses sandar kapal tersebut. Peralatan helikopter yang dibawa saat ini masih dalam tahap perakitan dan pengecekan kesiapan sebelum dilakukan uji coba.
Sorot Kalbar mencatat, penurunan hotspot menjadi sinyal positif dalam penanganan Karhutla. Namun, kondisi gambut dan cuaca panas membuat upaya pencegahan serta pemadaman tetap membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
Sumber: Kodam XII/Tanjungpura
