Di Tengah Kekeringan dan Ancaman Karhutla, 500 Warga Teluk Keramat Gelar Salat Istisqa

0
WhatsApp Image 2026-09-05 at 00.37.58
Bagikan berita ini:

SAMBAS, SOROT KALBAR — Ratusan warga bersama personel TNI-Polri dan berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolsek Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, pada Kamis (3/9/2026). Sekitar 500 warga disebut turut mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar bersama jajaran kepolisian, TNI, serta unsur masyarakat setempat.

Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hujan ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kekurangan air. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menghadapi kondisi lingkungan yang sedang dihadapi.

Kekeringan Jadi Perhatian Masyarakat

Kondisi cuaca yang kering dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah. Situasi tersebut tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Teluk Keramat memilih melakukan ikhtiar secara bersama-sama melalui Salat Istisqa. Warga dari berbagai unsur terlihat berkumpul dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk.

Kehadiran personel TNI-Polri bersama masyarakat juga menunjukkan adanya keterlibatan berbagai unsur dalam menghadapi kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.

Doa bersama dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk harapan masyarakat agar hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan dapat berkurang dan risiko terjadinya kebakaran hutan maupun lahan dapat ditekan.

TNI-Polri dan Warga Bersatu

Pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Mapolsek Teluk Keramat juga memperlihatkan kebersamaan antara masyarakat dengan aparat keamanan.

Warga dan personel TNI-Polri mengikuti kegiatan dalam suasana tertib. Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Selain aspek ibadah, kondisi kekeringan dan ancaman karhutla juga membutuhkan langkah nyata melalui peningkatan kewaspadaan masyarakat. Pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan. Kewaspadaan juga diperlukan apabila ditemukan titik api agar dapat segera dilaporkan dan ditangani sebelum meluas.

Salat Istisqa Jadi Momentum Refleksi

Pelaksanaan Salat Istisqa di Teluk Keramat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian sekaligus melakukan refleksi terhadap kondisi lingkungan.

Permohonan turunnya hujan diiringi dengan harapan agar masyarakat tetap menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, kondisi cuaca yang kering juga membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pihak. Pemerintah daerah, aparat, relawan, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam melakukan pencegahan dan penanganan apabila terjadi karhutla.

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 warga tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan dan ancaman karhutla menjadi perhatian bersama di Kecamatan Teluk Keramat.

Bagi masyarakat, turunnya hujan bukan hanya diharapkan untuk mengatasi kekeringan, tetapi juga menjadi salah satu harapan untuk membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap lingkungan serta aktivitas warga.

SOROT KALBAR
Fakta | Berani | Mengungkap

red/sorotkalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *