Bagikan berita ini:

Setelah Sempat Belajar Daring Dua Hari, Aktivitas Sekolah Kembali Disorot di Tengah Kabut Asap.

SAMBAS, SOROT KALBAR — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Sambas. Kondisi udara yang tampak semakin pekat membuat masyarakat, khususnya para orang tua, mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan anak-anak.
Foto 1: Kondisi aktivitas warga di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Sambas.
Foto 2: Kabut asap terlihat mengurangi jarak pandang di salah satu ruas jalan perkotaan Sambas.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sambas sempat menerapkan pembelajaran dari rumah selama dua hari sebagai langkah menghadapi kondisi kualitas udara.
Namun, setelah kebijakan tersebut berakhir, masyarakat kembali mempertanyakan langkah pemerintah, terutama terkait aktivitas belajar tatap muka ketika kondisi udara masih mengkhawatirkan.

Para orang tua berharap pemerintah tidak hanya mempertimbangkan keberlangsungan proses pendidikan, tetapi juga menjadikan keselamatan dan kesehatan peserta didik sebagai prioritas.
“Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Anak-anak setiap hari harus keluar rumah dan berada di sekolah. Kalau kondisi udara seperti ini, kami berharap pemerintah mengambil keputusan yang benar-benar mempertimbangkan kesehatan anak,” ujar salah seorang warga.

Kondisi kabut asap juga terlihat memengaruhi aktivitas masyarakat. Jarak pandang di sejumlah lokasi tampak berkurang, sementara warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan harus menghadapi udara yang dipenuhi asap.
Menunggu Sikap Dinas Pendidikan
Masyarakat kini menunggu kejelasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas mengenai langkah selanjutnya apabila kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.
Pemerintah sebelumnya telah mengambil kebijakan pembelajaran daring selama dua hari. Karena itu, warga berharap terdapat evaluasi berdasarkan kondisi kualitas udara terkini sebelum seluruh aktivitas pendidikan berjalan normal.
Sorot Kalbar berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan pendidikan di tengah kondisi udara tersebut. Hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.

Kabut asap menyelimuti aktivitas warga di Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara dan kesehatan, khususnya anak-anak. (Dok. warga/Sorot Kalbar)
#SorotKalbar #Sambas #KabupatenSambas #KalimantanBarat #KabutAsap #KualitasUdara #Karhutla #Pendidikan #DinasPendidikan #PemkabSambas #Sekolah #BelajarDaring #KesehatanAnak #WargaSambas #BeritaKalbar

Red/)sorotkalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *