Syafarahman Ketua DPP LIMAS Imbau Semua Pihak Menahan Diri, Beri Ruang untuk Mediasi yang Lebih Sejuk

0
WhatsApp Image 2026-09-03 at 18.07.54
Bagikan berita ini:

PONTIANAK, SOROT KALBAR — Ketua DPP Lumbung Informasi Masyarakat (LIMAS), Syafarahman, mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyikapi dinamika penyampaian aspirasi mahasiswa di Kalimantan Barat.

Syafarahman menilai penyampaian aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dari demokrasi yang perlu dihormati. Namun, ia berharap seluruh proses dapat berlangsung secara tertib, damai, dan dalam suasana yang kondusif.

Ia juga meminta agar Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan diberikan ruang untuk beristirahat dan menenangkan diri, terutama di tengah kesibukan pemerintah daerah menangani berbagai persoalan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita harus melihat kondisi semua pihak. Gubernur juga memiliki keterbatasan fisik dan emosional. Dengan berbagai persoalan yang sedang ditangani, termasuk karhutla, tentu perlu ada waktu untuk beristirahat agar dapat menghadapi setiap persoalan dengan kepala dingin,” ujar Syafarahman.

Menurutnya, memberikan ruang kepada gubernur untuk beristirahat bukan berarti mengabaikan aspirasi mahasiswa. Sebaliknya, Syafarahman berharap mahasiswa dapat memberikan kelonggaran agar proses mediasi berlangsung lebih tenang dan konstruktif.

“Kami berharap rekan-rekan mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi. Namun, berikan ruang untuk proses mediasi yang lebih sejuk. Jangan sampai suasana yang panas justru membuat substansi aspirasi tidak tersampaikan dengan baik,” katanya.

Syafarahman juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk tetap membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa sehingga setiap tuntutan dan masukan dapat dibahas melalui dialog.

Ia mengajak mahasiswa, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kritik dan aspirasi adalah bagian dari demokrasi. Pemerintah harus mendengar, mahasiswa juga perlu memberikan ruang dialog. Yang kita harapkan adalah solusi dan titik temu, bukan pertentangan,” tegas Syafarahman.

LIMAS berharap seluruh pihak mengedepankan komunikasi, saling menghormati, dan mencari solusi melalui jalur mediasi yang damai serta bermartabat.

red/sorotkalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *